Dorong Hilirisasi, 100 UMKM Jabar Belajar Olah Produk Perkebunan Bersama Politeknik LPP dan BPDPKS

Vokasindo
0

Dorong Hilirisasi, 100 UMKM Jabar Belajar Olah Produk Perkebunan Bersama Politeknik LPP dan BPDPKS

BANDUNG – Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Barat (Jabar) mendapatkan kesempatan strategis untuk meningkatkan kelas usaha mereka. Melalui sinergi antara Politeknik LPP Yogyakarta dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), para pelaku usaha ini dibekali keterampilan khusus dalam mengolah serta meningkatkan nilai tambah produk perkebunan secara berkelanjutan.

Agenda pelatihan ini dirancang untuk mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan di tingkat lokal. Direktur Utama dari BPDPKS, Eddy Abdurrachman, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan memanfaatkan potensi kelapa sawit dan hasil perkebunan lainnya, UMKM diharapkan mampu menciptakan produk turunan kreatif yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Sebagai institusi pendidikan yang fokus pada industri perkebunan, Politeknik LPP menerjunkan tim ahlinya untuk memberikan pendampingan teknis secara langsung. Pelatihan tidak hanya berfokus pada proses produksi dan pengolahan higienis, tetapi juga menyentuh aspek krusial lain seperti standardisasi mutu, pengemasan modern (*packaging*), hingga strategi pemasaran digital.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta yang terdiri dari para pelaku usaha lokal ini tampak sangat antusias mengikuti sesi materi dan praktik langsung. Forum ini membedah potensi pemanfaatan produk perkebunan menjadi aneka olahan pangan inovatif serta produk non-pangan bernilai ekonomi tinggi yang ramah lingkungan.

Melalui penyelenggaraan program ini di Jawa Barat, Politeknik LPP dan BPDPKS berharap 100 UMKM alumni pelatihan ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerahnya. Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu dalam mengurangi ketergantungan penjualan komoditas mentah dan beralih menuju ekosistem industri kreatif berbasis perkebunan.

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)